Kamis, 28 April 2011

Pengendalian Hama Fisik dan Mekanik

Budidaya pada tanaman memerlukan pengetahuan tentang bagaimana cara pengendalian terhadap hama dan penyakit. Salah satu cara pengendalian pada hama penyakit tersebut adalah dengan pengendalian secara fisik dan mekanik. Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan mengubah lingkungan khusus untuk mematikan atau menghambat kehidupan hama, dan bukan merupakan bagian praktek budidaya yang umum. 
Pengendalian fisik dan mekanik harus dilandasi oleh pengetahuan yang menyeluruh tentang ekologi serangan hama sehingga dapat diketahui kapan, dimana, dan bagaimana tindakan tersebut harus dilakukan agar diperoleh hasil seefektif dan seefisien mungkin. selain itu harus ada juga pengetahuan tentang kenyataan bahwa setiap jenis serangga memiliki batas toleransi terhadap faktor lingkungan fisik seperti suhu, kebasahan, bunyi, sinar, spektrum elektromagnetik dan lain-lain. Pengendalian fisik dan mekanik dalam PHT tidak mengakibatkan pengaruh negatif bagi lingkungan. Apabila dilakukan secara tepat pengendalian fisik dan mekanik mampu menurunkan populasi hama secara nyata dan dapat menyelamatkan pertanaman kita. Untuk memperoleh teknologi pengendalian yang efektif yang dapat menjadi masalah adalah cara pengorganisasian pengendalian. Hal ini disebabkan agar ada pengaruhnya terhadap penurunan populasi hama. Cara pengendalian ini memerlukan banyak tenaga dan harus dilakukan berulang kali.
Pengendalian fisik merupakan usaha kita menggunakan atau mengubah faktor lingkungan fisik sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan kematian pada hama dan mengurangi populasinya. Kematian hama disebabkan karena faktor fisik seperti suhu, kelembaban, suara yang dikenakan diluar batas toleransi serangga hama sasaran. Batas toleransi disini dapat berupa batas terendah dan tinggi. Beberapa perlakuan atau tindakan yang termasuk dalam pengendalian fisik antara lain adalah pemanasan, pembakaran, pemanasan dengan energi radio frekuensi, pendinginan, pembasahan, pengeringan, lampu perangkap, radiasi sinar infra merah, gelombang suara, penghalang.
            Pengendalian mekanik bertujuan untuk mematikan atau memindahkan hama secara langsung, baik dengan tangan atau dengan bantuan alat dan bahan lain. Untuk meningkatkan efektivitas pengendalian dan penyebaran hama. Jadi dapat ditentukan waktu pengendalian mekanik yang tetap, dan fase hidup yang menjadi praktik pengendalian hama, yaitu pengambilan dengan tangan, gropyokan, memasang perangkap, pengusiran, dan cara-cara lain. Pengendalian fisik dan mekanik memiki tujuan langsung dan tidak langsung. Diantaranya mematikan hama, menggangu aktivitas fisiologi hama yang normal dengan cara lain dan diluar pestisida, dan mengubah lingkungan sedemikian rupa sehingga lingkungan menjadi kurang sesuai bagi kehidupan hama. Pengendalian secara fisik dan mekanik antara lain adalah dengan cara penggunaan penghalang fisik, pembakaran, Organisme Penganggu Tanaman pemanasan, gelombang suara, radiasi cahaya, lampu perangkap, pengapasan, dan lain – lain. Pengendalian hama dan gulma secara manual atau dengan menggunakan alat dan mesin pertanian juga dapat digolongkan sebagai cara pengendalian mekanik.

Pengendalian fisik/mekanik
Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan mengubah lingkungan khusus untuk mematikan atau menghambat kehidupan hama, dan bukan merupakan bagian praktek budidaya yang umum. Pengendalian fisik dan mekanik harus dilandasi oleh pengetahuan yang menyeluruh tentang ekologi serangan hama sehingga dapat diketahui kapan, dimana, dan bagaimana tindakan terdebut harus dilakukan agar diperoleh hasil seefektif dan seefisien mungkin.
a.    Pengendalian fisik
Pengendalian fisik adalah perlakuan atau tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan serangan hama. Pengendalian secara fisik antara lain:
  1. Pembakaran ; dilakukan sebagai upaya pembasmian hama atau patogen pada tanaman yang tidak mungkin lagi dapat diselamatkan. Pembakaran gulma juga sering dilakukan petani. Pembakaran sebagai upaya pengendalian hama, patogen, dan gulma harus dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa musuh alami hama dan mikroorganisme yang bermanfaat perlu untuk dilindungi.
  1. Pemanasan ; dilakukan untuk pengendalian hama atau patogen yang menyerang hasil tanaman yang disimpan di gudang. Pemanasan tidak dapat dilakukan terhadap tanaman yang sedang aktif tumbuh, karena pemanasan dapat meyebabkan denaturasi enzim sehingga mengganngu metabolisme tanaman.
  1. Penggunaan suara ; sebagai cara pengendalian hama lebih bersifat pengendalian sesaat, misalnya dilakukan untuk mengusir burung yang sedang atau hendak menyerang tanaman. Pengendalian dengan suara atau bunyi – bunyian ini harus dilakukan secara aktif oleh petani karena efektivitasnya yang bersifat sesaat tersebut.
  1. Perangkap cahaya, beberapa serangga tertentu memiliki sifat tertarik pada cahaya terutama cahaya kuning. Sifat tersebut dapat kita manfaatkan untuk menarik perhatiannya dengan cara membuat perangkap yang berasal dari cahaya yang disekitarnya atau sekelilingnya menggunakan air, minyak tanah, oli dan lain sebagainya yang diharapkan mampu membunuh serangga tersebut. Adapun cahaya itu sendiri dapat bersumber dari lilin, lampu tempel/lentera atau minyak tanah, maupun lampu bohlam. Perangkap cahaya ini cocok untuk hama yang aktif pada malam hari seperti penggerek batang, ganjur, dan walang sangit.
Beberapa permasalahan penerapan sebagian teknik berikut akan dijelaskan secara singkat:
Ø  Perlakuan panas dan kebasahan.
     Pengendalian dengan perlakuan panas dan kebasahan paling berhasil bila diterapkan dalam ruang tertutup seperti gudang penyimpanan untuk pengendalian hama gudang. Pengendalian tersebut terlebih dahulu perlu dipelajari toleransi serangga hama sasaran terhadap faktor fisik yang digunakan.
Teknik pembakaran yang bertujuan untuk membunuh serangga hama yang masih ada pada tanaman di lapangan . sebelum dilakukan perlu diadakan pengkajian mendalam tentang perilaku dan ekologi hama serta dampak efek samping yang mmungkin timbul akibat pembakaran. Penentuan tentang kapan, dimana dan luas daerah pembakaran sangat penting dianalisis sebelum pembakaran.

Pengendalian mekanik
Pedangkan pengendalian mekanik adalah perlakuan atau tindakan yang bertujuan untuk mematikan atau memindahkan hama secara langsung, baik dengan tangan atau dengan bantuan alat dan bahan lainnya. Pengendalian hama dan gulma secara manual atau dengan menggunakan alat dan mesin pertanian juga dapat digolongkan sebagai cara pengendalian mekanik. Pemangkasan lokal ; bagian tanaman yang terserang dipotong atau dipangkas, hasil pangkasan kemudian dikumpulkan di suatu tempat yang terbuka dan aman, lalu dilakukan pembakaran.
Pengendalian mekanik antara lain:
  1. Pengambilan menggunakan tangan. Dapat dilakukan pada jenis hama ulat, belalangdan tikus dengan intensitas serangan hama dalam skala kecil.
Kelebihan: relative mudah dilakukan
Kelemahan: tidak evektif jika digunakan untuk intensitas hama yang cukup besar.

  1. Penggunaan penghalang fisik (membuat perangkap); sering dilakukan untuk melindungi tanaman dari serangan hama hewan besar, seperti babi hutan. Tanaman juga kadang harus dipagari agar terhindar dari ternak ruminansia. Buah – buahan seperti mangga (Mangifera indica), belimbing (averrhoa carambola), dan jambu biji (psidium guajava) sering dibungkus untuk menghindari serangan lalat buah Bactrocera spp.
Kelebihan    : - tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan.
Kekurangan : - lebih sulit dilakukan dalam jumlah yang besar
               - Hanya dilakukan untuk hama besar.

  1. Pengusiran
Sasaran teknik pengusiran adalah mengusir hama yang sedang berada di tanaman atau yang sedang menuju pertanaman. Sampai saat ini petani sering memasang patung-patungan yang terbuat dari kertas warna-warni di tengah sawah, juga mengeluarkan suara gaduh yang diperuntukan untuk mengusir burung yan biasa merusak bulir-bulir padi yang sedang masak.
Kelebihan                    : - biaya pengendalian murah.
Kekurangannya           : - hama bisa datang setiap saat setelah pengusiran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar